Agama
Pelajaran 1
Allah Berkehendak Menyelamatkan Semua Orang
Allah menyapa dan menunjukan kasih-Nya kepada kita dalam hidup kita sehari-hari. Orang-orang lain menjadi sarana bagi kita dalam merasakan kebaikan Allah yang menyelamatkan
Tindakan para suster pengikut Ibu Teresa yang melayani orang-orang yang kelaparan, sakit dan dalam situasi menjelang ajal, kerja keras dokter dan pekerja social yang berusaha mengobati orang-orang sakit dalam yang mengalami kesuliatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, oerawatan orang tua kita sejak kecil, kepedulian orang yang tidak kita kenal ketika kita mengalami kecelakaan di tengah jalan menjadi contoh-contok konkret tanda kasih Allah kepada kita.
Selain Melalui orang-orang yang memperhatikan kita tanpa memandang latar belakang, suku, agama, (seperti yang dilakukan Suster Bernarda kepada wanita yang ditolongnya), Allah juga maha luas dan indah ini memperlihatkan keagungan kasih Tuhan kepada kita.
Dalam Mat 5:43-48 dinyatakan tentang kasih Allah kepada semua orang. Allah “menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (ay.45). Kasih Allah tidak membeda-bedakan. Keselamatan diperuntukkan bagi semua orang.
Yesus Kristus menjadi tanda kasih Allah yang teragung. Yesus menjadi puncak kasih Allah bagi manusia. Kehadiran Yesus Kristus menjadi perwujudan kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia. Yesus Kristus menjadi tanda kehadiran Allah sendiri dalam usaha-Nya menyelamatkan manusia. Barangsiapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri. Dalam diri Yesus “seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dan tinggal di dalam dia” (lih. Kol 1:19). Dalam diri Yesus Allah telah menjadi manusia. Allah berbicara kepada manusia menurut cara manusia. Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia
Seperti halnya Yesys menjadi tanda agung kasih Allah yang menyelamatkan, maka kita pun dapat menjadi sarana bagi keselamatan orang lain. Kesediaan kita untuk menolong orang lain tanpa pandang bulu, mengasihi tanpa kecuali dapat menjadi tanda syukur kita akan keselamatan yang dianugrerahkan Allah pada kita
Allah Berkehendak Menyelamatkan Semua Orang
Allah menyapa dan menunjukan kasih-Nya kepada kita dalam hidup kita sehari-hari. Orang-orang lain menjadi sarana bagi kita dalam merasakan kebaikan Allah yang menyelamatkan
Tindakan para suster pengikut Ibu Teresa yang melayani orang-orang yang kelaparan, sakit dan dalam situasi menjelang ajal, kerja keras dokter dan pekerja social yang berusaha mengobati orang-orang sakit dalam yang mengalami kesuliatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, oerawatan orang tua kita sejak kecil, kepedulian orang yang tidak kita kenal ketika kita mengalami kecelakaan di tengah jalan menjadi contoh-contok konkret tanda kasih Allah kepada kita.
Selain Melalui orang-orang yang memperhatikan kita tanpa memandang latar belakang, suku, agama, (seperti yang dilakukan Suster Bernarda kepada wanita yang ditolongnya), Allah juga maha luas dan indah ini memperlihatkan keagungan kasih Tuhan kepada kita.
Dalam Mat 5:43-48 dinyatakan tentang kasih Allah kepada semua orang. Allah “menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (ay.45). Kasih Allah tidak membeda-bedakan. Keselamatan diperuntukkan bagi semua orang.
Yesus Kristus menjadi tanda kasih Allah yang teragung. Yesus menjadi puncak kasih Allah bagi manusia. Kehadiran Yesus Kristus menjadi perwujudan kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia. Yesus Kristus menjadi tanda kehadiran Allah sendiri dalam usaha-Nya menyelamatkan manusia. Barangsiapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri. Dalam diri Yesus “seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dan tinggal di dalam dia” (lih. Kol 1:19). Dalam diri Yesus Allah telah menjadi manusia. Allah berbicara kepada manusia menurut cara manusia. Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia
Seperti halnya Yesys menjadi tanda agung kasih Allah yang menyelamatkan, maka kita pun dapat menjadi sarana bagi keselamatan orang lain. Kesediaan kita untuk menolong orang lain tanpa pandang bulu, mengasihi tanpa kecuali dapat menjadi tanda syukur kita akan keselamatan yang dianugrerahkan Allah pada kita
Comments
Post a Comment